Senin, 20 April 2020

Resiko Dan Kerugian Jual Beli Rumah Yang Harus Anda Hindari


Memiliki investasi berupa rumah merupakan hal yang cukup menggiurkan. Sebab, dalam investasi rumah tidak akan ada istilah harga jual turun. Dalam jual beli rumah, harganya akan selau naik seiring waktu berjalan. Apalagi jika mencapai kurun waktu 5-10 tahun.

Akan tetapi, dalam dunia bisnis. Pepatah tak ada gading yang tak retak tetap berlaku. Jual beli rumah juga memiliki kelemahan sehingga menyebabkan kerugian bagi investornya. Semakin banyak keuntungan yang ditawarkan dalam suatu bisnis, maka semakin besar pula resiko yang akan dihadapi. 

Sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada kerugian jual beli rumah yang akan menimpa Anda. 

Untuk itu, jika Anda memilih jual beli rumah sebagai bisnis yang akan dijalani. Anda perlu memperhatikan kerugian jual beli rumah yang akan disampaikan dalam artikel di bawah ini. Sehingga Anda dapat mempersiapkan secara matang terhadap resiko yang mungkin terjadi.

Silahkan Anda simak ulasan beberapa kerugian jual beli tanah berikut ini:

1. Gelembung properti

Istilah gelembung properti ini ditandai dengan jumlah permintaan yang terus bertambah sehingga menyebabkan salah satunya harga rumah di Jakarta dan perumahan melonjak naik. Naiknya harga bukan berarti hal yang baik untuk Anda, sebab fenomena ini diumpamakan sebagai balon udara yang terus membesar, sehingga terjadi kemandegan permintaan, serta pasokan akan berlebih. 

Hal ini menyebabkan hal yang sebaliknya, yaitu harga rumah akan semakin menurun. Dampak yang lebih besar yaitu terjadinya resesi ekonomi serta berdampak pada perekonomian global.

Di Indonesia, fenomena ini pernah terjadi. Pada saat krismon (krisis moneter), proyek properti terhenti, sehingga banyak perusahaan properti yang gulung tikar. Sedangkan di Amerika Serikat gelembung properti terjadi di tahun 2008.

2. Biaya asuransi, pajak dan perawatan yang tinggi.

Untuk mendongkrak harga jual, rumah harus selau dirawat. Selain itu, perawatan rumah juga bertujuan untuk menambah kelayakan huni serta menarik minat pembeli. Sedangkan biaya perawatan rumah yang tinggi bisa jadi tidak akan tertutupi oleh harga jual rumah tersebut. 

Sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi Anda. Belum lagi biaya pembayaran pajak PBB tahunan, iuran keamanan, kebersihan, listrik, dan lain sebagainya menambah bertumpuknya biaya perawatan rumah.

Rumah juga harus diasuransikan, sebab jika terjadi bencana ataupun kebakaran Anda masih bisa mendapat uang dari pihak asuransi. Padahal, biaya asuransi rumah tidak bisa dikatakan sedikit. Alhasil, Anda tidak mendapat keuntungan ketika menjual rumah tersebut.

3. Lokasi yang tidak strategis.

Lokasi rumah yang tidak strategis akan membuat Anda kesulitan mencari calon pembeli. Karena biasanya calon pembeli memilih lokasi yang dekat dengan pusat ekonomi, pemerintahan, dan pendidikan. 

Jika rumah yang Anda jual tergolong jauh maka peminatnya akan sangat sedikit dan Anda tidak akan mendapat keuntungan. Maka dari itu, sebelum melakukan investasi rumah, ada baiknya Anda memilih lokasi yang strategis dan memiliki prospek pembangunan yang bagus agar nilai jualnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

4. Modal yang besar

Kerugian jual beli rumah yang berikutnya adalah modal yang dibutuhkan besar, sebab investasi rumah termasuk investasi padat modal. Seperti yang telah diketahui, harga lahan saja sudah sangat tinggi ditambah lagi dengan pembangunan rumahnya. 

Ini artinya Anda membutuhkan modal dua kali lipat dibandingkan jual beli tanah. Maka bagi Anda yang akan terjun dalam bisnis ini sebaiknya memikirkan matang-matang pertimbangan ini. Belum lagi keuntungan yang tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan dan juga biaya-biaya lainnya. 

5. Kualitas rumah menurun

Seiring berjalannya waktu, kualitas rumah juga akan semakin menurun dan ini menjadi salah satu kerugian jual beli rumah yang harus Anda perhatikan sebagai pebisnis. Terlebih pada saat ini pergantian cuaca tidak menentu, sehingga akan menyebabkan bangunan rumah akan semakin cepat menurun kualitasnya. 

Untuk itu, pemilihan material bangunan dalam hal ini harus yang berkualitas tinggi pula. Selain itu, perawatan harus senantiasa dilakukan agar harga jual tidak ikut turun.

6. Biaya transaksi yang besar

Tidak hanya soal biaya jual beli rumah. Akan tetapi dalam hal pengurusan kelengkapan suratnya pun memerlukan biaya tambahan yang tidak sedikit. Termasuk di dalamnya biaya penggunaan jasa notaris, biaya pengurusan surat izin, pembuatan sertifikat tanah, bangunan, dan sebagainya. Biaya transaksi tersebut bisa menjadi salah satu penyebab kerugian dalam jual beli rumah.

7. Jangka waktu yang panjang

Perlu waktu yang tidak sebentar dalam jual beli rumah. Sebab investasi rumah tergolong investasi jangka panjang. Untuk itu perlu kesabaran dalam hal ini. Anda membutuhkan paling tidak 5-10 tahun sampai harga bisa naik. Selain itu, jual beli rumah juga memerlukan proses nego yang cukup lama. 

Untuk menjual rumah, paling tidak Anda memerlukan waktu mencapai lima bulan. Untuk yang terakhir kerugian jual beli rumah yang sering terjadi adalah proses jual beli rumah yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dalam jual beli rumah, Anda harus benar-benar memperhatikan trend. Serta melakukan analisis secara menyeluruh salah satunya harus terus update mengenai harga rumah di Jakarta terbaru. Anda harus memahami ilmunya, sebab bisnis ini sangat riskan. Jika tidak, maka yang Anda dapatkan hanyalah kerugian. Dengan mengetahui resiko dan kerugian jual beli rumah, Anda harus lebih berhati-hati. Agar Anda dapat meminimalisir kerugian yang akan didapatkan.

0 komentar:

Posting Komentar