Sabtu, 15 Juni 2019

Membaca Bersama Bisa Jadi Cara Orangtua dan Anak Membina Hubungan Baik


Membacakan buku cerita pada anak merupakan salah satu kebiasaan yang mulai banyak ditinggalkan seiring maraknya penggunaan smartphone saat ini. Cara ini seharusnya mulai dilakukan lagi karena diketahui memiliki dampak positif yang luar biasa.

Dilansir dari Eurekalert, sebuah penelitian menyebut bahwa orangtua yang secara rutin membaca dengan buah hati mereka cenderung tidak mudah bertindak kasar pada anak. Pada anak, kebiasaan ini juga membuat mereka cenderung tidak hiperaktif dan membuat kekacauan.

Sebelumnya, sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan membaca pada anak pra-sekolah ini membuat mereka lebih siap dalam belajar bahasa, literasi, dan keterampilan mengendalikan emosi. Pada penelitian terbaru ini, berbagi bacaan membuat hubungan anak dan orangtua semakin kuat serta menurunnya masalah hiperaktif dan masalah perhatian pada anak.

"Untuk orangtua, kegiatan sederhana membaca dengan anak sehari-hari tak hanya bermanfaat secara akademis namun juga emosi yang bisa membantu anak lebih berhasil ketika di sekolah dan selepasnya," ungkap peneliti Manuel Jimenes, asisten profesor di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.

"Temuan kami bisa diaplikasikan pada sebuah program yang membantu orangtua dan pengasuh untuk mengembangkan keterampilan mengasuh anak," sambungnya.

Penelitian ini dilakukan dengan melihat data dari 2.165 pasangan ibu dan anak dari 45 kota di Amerika Serikat. Mereka kemudian diberi pertanyaan seberapa sering ibu tersebut membaca dengan anak mereka pada usia satu dan tiga.

Para ibu ini diwawancarai lagi dua tahun kemudian mengenai seberapa keterlibatan mereka secara fisik dan seberapa agresif mereka mendisiplinkan anak serta tingkah laku dari anak mereka. Penelitian ini memperhatikan faktor seperti depresi menjadi orangtua dan kesulitan finansial yang bisa berkontribusi terhadap perilaku keras ketika mengasuh serta perilaku mengganggu pada anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua dan anak yang membaca bersama pasa usia satu tahun cenderung tak melakukan hal kasar pada anak ketika berusia tiga tahun. Pada ibu yang membaca berasa anak pada usia tiga tahun juga menunjukkan hal yang sama pada usia lima tahun.

Ibu dan anak yang biasa melakukan hal ini juga melaporkan lebih sedikit adanya perilaku mengacau dari anak mereka. Hal ini mungkin jadi penyebab berkurangnya perilaku kasar ketika mengasuh anak.

0 komentar:

Posting Komentar