Sabtu, 11 Mei 2019

Menurut Ahli Gizi, Begini Asupan Makanan yang Tepat untuk Puasa Ramadan


Sembari berpuasa, banyak orang menganggap momen ini cukup tepat untuk sekaligus menurunkan berat badan. Hal ini sendiri dianggap tepat karena beberapa penelitian menyebut bahwa orang cenderung mengalami penurunan berat badan saat puasa.

"Menurut penelitian di Iran, profil kolesterol darah bisa lebih baik. Puasa juga bikin lebih sehat. Tapi, tergantung apa yang dimakan. Nggak semua orang makannya benar dan malah bisa overeating," ujar Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Center di Menteng, Jakarta Pusat.

Sebenarnya, saat puasa kamu bisa mengonsumsi jumlah kalori yang sama dengan membagi porsinya ketika sahur dan berbuka. Namun ketika memilih jenis makanan yang salah, kamu bisa merasa sangat lapar, haus, sakit kepala maupun konstipasi.

Itulah yang menyebabkan makan berlebihan dan beribadah jadi kurang nyaman. Perlu memilih dan menakar asupan yang tepat untuk menahan nafsu makan maupun memberikan energi selama beraktivitas seharian.

Saat sahur konsumsi karbohidrat kompleks yang memiliki banyak serat dan sulit dicerna seperti nasi merah atau roti gandum. Jenis makanan tersebut akan memperlambat proses pengolahan makanan jadi energi, sehingga kamu tetap kuat beraktivitas seharian.

Tambahkan dengan sumber protein seperti segelas susu, tahu, tempe atau telur.

"Efeknya sama seperti sayur, membuat kita kenyang lebih lama," ujar Astri.

Jangan lupa mengonsumsi sumber vitamin dan mineral, yaitu sayur serta buah untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Asupan Makanan saat Berbuka
Pertama, penuhi dulu asupan cairan untuk mengatasi dehidrasi. Lalu, isi perut dengan semangkuk buah segar yang tinggi vitamin dan mineral. Buah juga bentuk karbohidrat sederhana yang mampu mengembalikan energi.

Kurangi gorengan dan santan yang mengandung lemak tinggi serta sulit dicerna lambung.

"Hindari penggunaan gula. Cukup banyak yang minum es teh manis. Padahal sebenarnya manis itu bikin tambah haus karena efek sensori rasa gula di mulut," ungkap Astri.

Setelah salat Magrib, kamu bisa mengonsumsi karbohidrat sederhana dan protein seperempat piring serta sayur setengah piring untuk memenuhi asupan nutrisi. Agar tidak kelebihan gula, garam maupun lemak, coba takar jumlahnya.

"Batasan gula harian itu 50 gram atau 12 sendok teh. Garam maksimalnya 5 gram atau 1 sendok teh. Sedangkan lemak maksimal 67 gram atau 5 sendok makan," pesan Astri

Dengan takaran jumlah gula, garam, serta lemak yang tepat, kamu bisa terhindar dari risiko diabetes, hipertensi serta obesitas. Selain itu lambung juga bisa lebih nyaman saat berpuasa dan tak perlu khawatir berat badan naik.

0 komentar:

Posting Komentar