Selasa, 21 Mei 2019

Jaring Wisman Rusia, Kemenpar Kenalkan Jogja dan Bali


Kementerian Pariwisata terus berupaya mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Salah satunya dengan menyelenggarakan program perjalanan wisata pengenalan, atau biasa disebut Familiarization Trip (Famtrip).

Kegiatan ini mengajak 7 peserta dari Travel Agent dan Tour Operator (TA/TO) asal Rusia. Dengan segmen pasar adventure, culture, family, dan honey mooners, kegiatan menyasar destinasi Yogyakarta, Borobudur, dan Bali.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, secara umum Kemenpar menargetkan kunjungan wisman sebesar 20 juta sepanjang tahun 2019. Sementara khusus wisman asal Rusia, Kemenpar berharap dapat menyerap sebesar 160.000 pengunjung. Jumlah tersebut naik 6,67% dari target tahun sebelumnya, yaitu sebesar 150.000 wisman.

"Program famtrip ini dimaksudkan untuk penguatan product competitiveness pariwisata Indonesia. Khususnya pasar Rusia, dan secara umum seluruh Eropa. Upaya promosi kali ini tidak hanya dilakukan dengan memaparkan daya tarik pariwisata Indonesia, tetapi juga memberikan first hand experience kepada para penyedia bisnis wisata," ujarnya.

Pelaku bisnis wisata itulah yang nantinya akan membantu membuat paket-paket baru, untuk ditawarkan kepada konsumennya. Tentu berdasarkan pengalaman selama mengunjungi salah satu destinasi yang telah dibranding dengan kelengkapan 3A. Yaitu aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

"Destinasi yang dikunjungi kali ini adalah destinasi yang telah memiliki branding bertajuk Joglosemar. Jogja-Solo-Semarang. Termasuk Bali yang juga pernah dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik oleh TripAdvisor lewat Travellers Choice Awards 2018," ungkapnya.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Agustini Rahayu menambahkan, peserta famtrip tiba di Jogjakarta (Yogyakarta). Perjalanan dilakukan setelah sebelumnya transit di Jakarta selama satu malam. Rangkaian famtrip di dimulai dengan menjelajah kawasan Borobudur, menyaksikan matahari terbit, dan sarapan di Manohara Resto.

Peserta kemudian melakukan kunjungan ke desa wisata Wanurejo, Magelang, menggunakan andong sembari berinteraksi dengan masyarakat. Setelah makan siang di Sekar Kedaton, para peserta kembali menuju Jogja. Mereka diberikan kesempatan berbelanja dan menjelajahi Jalan Malioboro. Acara hari pertama di Jogja ditutup dengan santap malam di Restoran Omah Duwur.

Pada hari kedua, peserta diajak mengenal Jogja lebih dalam melalui City Tour. Para penyedia bisnis diajak mengunjungi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taman Sari, dan kawasan di sekeliling Keraton. Saat kunjungan ke museum batik, peserta juga diberikan kesempatan untuk belajar membatik secara tradisional.

"Pengalaman ini yang coba dibagikan kepada peserta famtrip mengenai gambaran kesederhanaan budaya dan keindahan tanah Jawa. Diharapkan, para peserta dapat mentransfer pengalaman yang mereka alami selama di destinasi tujuan, kepada costumer mereka di Rusia," jelasnya.

Puas mengeksplor Yogyakarta, peserta famtrip kemudian terbang ke Bali untuk melakukan hal yang sama. Yakni mengenal lebih dekat beberapa destinasi yang ada di Pulau Dewata.

"Setelah program famtrip selesai, para peserta dapat merasakan kehangatan dan keindahan Indonesia dalam bentuk kenangan dan pengalaman. Sema akan mereka bawa ke negaranya, untuk dituangkan menjadi bentuk paket-paket wisata Indonesia. Pada akhirnya, pekat tersebut akan dijual oleh para penyedia bisnis sesuai segmentasi pasarnya," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, Joglosemar dan Bali adalah destinasi unggulan Indonesia yang tidak diragukan lagi daya tariknya. Keduanya luar biasa memikat, termasuk bagi wisatawan Eropa.

"Progrtam famtrip akan semakin menguatkan branding Joglosemardan Bali. Terlebih, ada TA/TO yang akan memberikan paket terbaiknya. Kami yakin, dengan kekuatan yang dimiliki, paket wisata Joglosemar akan disambut baik oleh wisatawan Rusia. Area di sini akan memberikan nilai bisnis yang semakin menjanjikan bagi pasar Eropa," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar